TAKENGON – Memasuki hari ke -8 bulan suci Ramadhan, semangat peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus dipacu di lingkungan Yayasan Wakaf Cendikia Takengon. Tepat pada Kamis, 26 Februari 2026 yang bertepatan dengan 8 Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran panitia pelaksana menggelar musyawarah strategis guna mematangkan agenda Cerdas Cermat Sirah Nabawiyah. Pertemuan ini menjadi pijakan penting dalam menyusun teknis perlombaan besar yang dijadwalkan akan memuncak pada Jumat, 13 Maret 2026 atau bertepatan dengan 23 Ramadhan mendatang.
Kegiatan yang dirancang khusus bagi internal yayasan ini merupakan bentuk inovasi dalam mengisi syiar di bulan mulia. Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, peserta cerdas cermat ini melibatkan seluruh guru dan pengasuh dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Insan Cendikia Takengon, mulai dari tingkat PAUD, TKIT, SDIT, hingga SMPIT. Pemilihan materi Sirah Nabawiyah dipandang sangat krusial mengingat kedudukan mereka sebagai pendidik di sekolah Islam terpadu yang memegang tanggung jawab besar dalam menanamkan keteladanan Rasulullah SAW kepada para siswa.
Dalam musyawarah tersebut, panitia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan sebagai sarana tadabbur dan penguatan literasi sejarah Islam bagi para staf pengajar. Dengan menguasai perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW secara mendalam, diharapkan para guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter kenabian ke dalam metode pengajaran sehari-hari. Diskusi intensif dilakukan untuk memastikan standar soal yang disusun mencakup seluruh fase dakwah Nabi, sehingga kompetisi ini benar-benar menjadi ajang uji wawasan yang komprehensif dan edukatif.
Persiapan yang dilakukan sejak jauh hari ini mencerminkan komitmen Yayasan Wakaf Cendikia Takengon dalam menjaga kualitas SDM yang religius dan berwawasan luas. Melalui musyawarah ini, segala perangkat teknis mulai dari sistem penilaian hingga kesiapan sarana telah disepakati untuk menyambut semarak kompetisi di sepuluh malam terakhir Ramadhan nanti. Langkah ini diharapkan menjadi wasilah bagi para pendidik di Tanah Gayo untuk semakin mencintai Rasulullah SAW, yang kemudian semangatnya akan tertular kepada generasi Rabbani yang tengah mereka bina.
Tinggalkan Balasan
Berikan komentar dan pendapat Anda tentang artikel ini