Memuat halaman wakaf...
Mohon tunggu sejenak, insya Allah berkah.

Menu

Beranda Program Wakaf Program Lain Berita & Artikel Tentang Kami Galeri Kontak
Nasihat Hikmah: Kunci Kemuliaan Luqman Al-Hakim di Sisi Allah, Oleh Ustadz Anwar Razu, M.Pd | Wakaf Digital Indonesia

Nasihat Hikmah: Kunci Kemuliaan Luqman Al-Hakim di Sisi Allah, Oleh Ustadz Anwar Razu, M.Pd

Admin
03 March 2026
13:54 WIB
Nasihat Hikmah: Kunci Kemuliaan Luqman Al-Hakim di Sisi Allah,  Oleh  Ustadz Anwar Razu, M.Pd
Hikmah adalah karunia Allah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada siapa yang Allah kehendaki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا
“Dan barangsiapa yang diberikan hikmah, maka sesungguhnya dia telah diberikan kebaikan yang besar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 269)

Tafsir Ibnu Katsir – Hikmah ialah Pengetahuan mengenai Al Qur’an, Ilmu fiqih dan al qur’an, takut kepada Allah, benar dan tepat dalam perkataan, pengetahuan mengenai agama Allah.

mengatakan bahwa Luqman adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah, berbibir tebal, dan berkaki besar. Dia seorang qadi di kalangan kaum Bani Israil.
Luqman Al-Hakim adalah seorang manusia yang dipandang biasa saja oleh manusia yang lain, bahkan hanya dianggap sebagai pengembala kambing. Tapi beliau Allah angkat derajatnya karena Allah berikan Al-Hikmah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Yazid, dari Jabir yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah mengangkat Luqmanul Hakim (ke kedudukan yang tinggi) berkat hikmah (yang dianugerahkan-Nya). Pernah ada seorang lelaki yang mengenalnya di masa lalu bertanya, "Bukankah kamu budak si Fulan yang dahulu menggembalakan ternak kambingnya?" Luqman menjawab, "Benar." Lelaki itu bertanya, "Lalu apakah yang menghantarkanmu dapat mencapai kedudukan seperti yang kulihat sekarang?" Luqman menjawab, "Takdir Allah, menunaikan amanat, berkata jujur, dan tidak ikut campur terhadap apa yang bukan urusanku."

1.Takdir Allah / (sifat taqwa)
semua atas karunia Allah, kita memiliki pangkat, jabatan kedudukan, sandang pangan papan, semua telah di tetapkan.

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Artinya: "Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS At-Talaq: 3).
سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى. ٱلَّذِى خَلَقَ فَسَوَّىٰ. وَٱلَّذِى قَدَّرَ فَهَدَىٰ

Artinya: "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk." (QS Al-A'la: 1-3)

2.Menunaikan Amanat
sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya“[An-Nisa/4 : 58]
Penunaian amanat termasuk karakter yang paling agung, sementara khianat termasuk karakter kemunafikan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menandai orang-orang yang beriman.
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya’.[Al-Muminun/ : 8]

3.Berkata Jujur
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. [At-Taubah/9:119]

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ
Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga

4.Tidak ikut campur urusan orang lain
Campur tangan yang tidak pada tempatnya juga bisa memicu kesalahpahaman atau bahkan pertengkaran. Apalagi jika disertai dengan penilaian, prasangka buruk, atau kritik yang tidak diminta. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Dalam Tafsir Jami'ul Bayan, Imam At-Thabari menjelaskan makna dari "Wa laa tajassasu" yang artinya "Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain" adalah sebuah larangan keras Allah pada perbuatan saling mengintip dan mencari aib orang lain. Perbuatan ini dikategorikan sebagai dosa, karena menunjukkan sikap tidak hormat dan mencampuri urusan pribadi yang tidak seharusnya.
Gajah kelopak mata tak keliahatan, semut Seberang lautan tampak jelas, kita sellau menampakan kebaikan kita, dan membuka aib saudara kita, ingat Jari yang kita tulok, hanya satu untuk orang lain, sebaliknya lebih banyak untuk diir kita sendiri. Maka oleh karena itu, Hisablah kesalahan diri sendiri, itu jauh lebih baik ketimbang menghisab kesalahan orang lain.

Dan Al-Qur’an serta hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam semuanya mengandung hikmah. Oleh karena itu kalau kita ingin mendapatkan hikmah, maka hendaknya kita kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah.

Tinggalkan Balasan

Berikan komentar dan pendapat Anda tentang artikel ini

Mari Berwakaf Bersama

Jadilah bagian dari perubahan positif. Mulai wakaf Anda hari ini dan rasakan keberkahan yang berkelanjutan untuk diri dan generasi mendatang.